Linux


Linux
Meskipun system opreasi di dunia, khususnya di Indonesia, masih didominasi ileh Microsoft Windows, Linux telah menyita perhatian pengguna computer. Banyak diantaranya yang mencoba dan menginstalasi komputernya dengan Linux sebagai salah satu system operasi disamping Windows atau bahkan tanpa Windows. Selain keran grafis, semua aplikasi kantor, grafis, multimedia, dan permainan telah di bundle menjadi satu sehingga memudahkan pengguna. Munculnya linux tidak dengan tiba-tiba begitu saja, tetapi melalui sebuah prose sang panjang dengan keterlibatan banyak sukarelawan dari seluruh dunia yang peduili terhadap Linux. Sehingga system operasi tersebut dapat menjadi popular seperti sekarang ini. Jika dulu Linux dikenal sebagai system operasi yang hanya digunakan oleh server dan berbasis teks, saat ini pengguna computer dapat melakukan instalasai Linux di computer pribadunya. Bahkan dengan pengembangan grafis yang kian menarik, membuat Linux menjadi lebih terasa mudah. Dengan adanya berbagai varian seperti Fedor Core / RedHat, Mandrake, Suse, Debia, Ubuntu, Kubuntu dan masih banyak lagi, Linux makin memantapkan diri menjadi system operasi alternative popular di samping Microsoft Windows.
Linux pertama kali dibuat oleh Linus BenedictTrovalds, seorang mahasiswa tingkat dua yang kuliah di program studi ilmu computer Universitas Helsinki, Finlandi pada tahun 1991. Pada masa tersebut system operasi yang ada hanya beberapa, seperti DOS yang sedang popular, Unix dan Apple Mac. DOS yang jalan di computer personal dibuat oleh Bill Gates melalui perusahaannya Microsoft Corp, tetapi harga untuk memperoleh DOS dianggap cukup mahal. Unix, merupakan system operasi yang bagus tetapi oleh pembuatnya juga dijual dengan harga yang cukup tinggi dan hanya berjalan pada mesin mainframe, sehingga pengguna computer personal tidak dapat memakainya. Sedangkan Apple Mac sama saja dengan DOS dan Unix, harganya tidak terjangkau. Dan masalah yang paling utama adalah kode program dari ketiga system operasi tersebut tidaklah dipublikasikan. Ini membuat mahasiswa yang sedang belajar mengenai system operasi tidak dapat memperoleh contoh yang nyata mengenai system operasi.

Keadaan tersebut agak tertolong dengan hadirnya MINIX, yang dibuat oleh Andrew S Tanembaum seorang profesir dari Belanda, yang memang menginginkan mahasiswanya belajar secara mendalam mengenai apa sesungguhnya yang terjadi pada system operasi itu. MINIX ditulis dalam bahasa C dan bahasa Assembly, dengan panjang 12.000 baris kode program yang berjalan di mesin Intel 8086. Mesin tersebut cukup banyak dijual dan sedang membanjiri pasar computer saat itu. System operasi MINIX dapat dikatakan sebagai Unix mini dengan berbagai eterbatasan. Dari keterbatasan itulah timbul keinginan Linus Travold untuk mengembangkan system operasi sejenis.

Pembuatan Linux semual berawal dari hobi Linus yang senang menggunkan computer dan memanfaatkan kemampuan computer tersebut sampai pada batas yang maksimal. Linus menemui halangan karena tidak adanya system operasi yang dapat memuaskan hobinya. Ia mempunyai kesimpulan bahwa dari ketiga system operasi tersebut terdapat kekurangan yang nyata yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna professional. MINIX merupakan system operasi yang bagus, tetapi masih terlalu sederhana dan hanya digunkan sebagai salah satu alat mengajar di dunia pendidikan. Bila digunakan untuk untuk dunia industry, MINIX masih memiliki banyak kekurangannya.

Setelah beberapa waktu mengembangkan system operasi baru tersebut, Linus mulai mempublikasikan Linux untuk pertama kalinya pada bulan Agustus 1991 di newsgroupcomp.os.minix. Linux disambut dengan antusias sekali oleh orang0orang yang mengikuti newsgroup tersebut. Mereka, dari yang sudah ahli hingga pelajar, ikut memberikan ide dan perbaikan terhadap Linux. Dari sinilah cikal bakal Linux menjadi sebuah system Operasi yang berkembang pesat sampai saat ini

Perkembangan ini dapat dilihat dari banyaknya distribusi yang mengambil Linux sebagai basis system operasinya. Contohnya Fedora Core /RedHat, Suse, Mandrake, Debian, Ubuntu, Kubuntu, dan lainnya. Tetapi yang perlu diingat adalah Linux merupakan kernel dari system operasi, bukan sebuah paket distribusi lengkap(disto).

Keuntungan memakai Linux

Sebelum memutuskan menggunakan Linux, tentunya ada pertimbangan keuntungan yang dapat diperoleh dan kerugian yang mungkin timbul dalam pemanfaatannya. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dapat diambil atau alasan memakai Linux sebagai system operasi alternative selain Microsoft Windows.

1. Murah
Harga jual software Linux hamper 99% tidak dipungut biaya. Biasanya siswa biaya 1% merupakan harga di luar pembuatan software Linux, seperti halnya biaya penggandaan CD, biaya pengiriman dan lainnya.

2. Legal
Legalitas software Linux terjamin, karena Linux menggunakan GNU Public License (GPL) sehingga kode program yang ada turut diikutsertakan dan setiap orang berhak untuk memakainya secara bebas sesuai dengan kebutuhan. Hal ini juga merupakan sebuah keuntungan tersendiri dimana seorang dapat mengembangkan atau menambal kekurangan yang ada pada aplikasi tersebut tanpa harus menunggu disediakan oleh vendor software.

3. Tidak memerlukan Hardware yang sama sekali baru
Linux Bisa saja dipakai untuk computer-komputer yang lama dan tidak mampu menjalankan system operasi baru kerena kecenderungan spesifikasi hardware yang ditunut cukup tinggi. Namun Linux tentu saja dapat dipakai pada computer baru dengan spesifikasi yang cukup tinggi

4. Multi User
Seperti pendahulunya, system operasi Linux juga mendukung multiuser. Pada saat yang sama mampu menangani lebih dari satu user sekaligus. Apapun aplikasi yang dipakai, entah berupa sebuah aplikasi yang dipakai bersamaan ataupun aplikasi yang berbeda, mampu dijalankan sekaligus.

5. Handal dalam jaringan
Dalam hal pengelolaan jaringan, Linx telah dikenal cukup handal. Ia mampu mengelola Porxy internet sehingga user dapat berkoneksi secara bersama-sama dengan satu user, distribusu surat elektronik(e-mail) ke seluruh client, serta menjaga dari bahaya pengintaian dari user lain dalam satu jaringan.

6. Kecepatan perbaikan cacat(bug)
Kecepatan dalam perbaikan bug lebih dapat diandalkan. Ini dapat terjadi karena keterediaan kode program untuk diperoleh oleh banyak orang, dapat membantu kita melihat prosess yang sedang terjadi pada program tersebut, sehingga bila terjadi bug akan lebih mudah untuk memperbaikinua. Disamping itu, dukungan dari banyak pengguna mahir Linux untuk menutup Bug mampu mempercepat perbaikan

7. stabilitas
Linux meupakan system operasi yang stabil, anda tidak perlu takut terjadi crash pada saat menjalankan program aplikasi. Anda cukup menutup program tersebut, tanpa perlu merestart ulang computer

Kekurangan Linux

Selain keuntungan atau kelebihan Linux yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi kekurangan Linux dan tidak dapat diabaikan begitu saja. Namun sejarah telah menunjukan bahwa dari waktu-kewaktu, perkembangan Linux sebagai system operasi computer baik server maupun desktop telah menunjukan peningkatan yang berarti, mulai dari mudahnya instalasi sampai tampilan grafis yang hamper menyamai Microsoft Windows.
Anda dapat melakukan instalasi dengan menguunakan paket distribusi Mandrake Linux yang terkenal sebagai Microsoft Windowsnya Linux kerena kemudahan yang ditawarkan. Atau paker distribusi Fedora Core yang telah banyak mengalami metamirfosa tempilan dan kemudahan konfigurasi. Ataupun distribusi Suse linux yang juga banyak digemari kerena kemudahannya dalam mendekteksi hardware
Dari berbagai paket distribusi tersebut dapat ditemukan beberapa hal yang bias menjadi kelemahan yang dirakan oleh pengguna Linux. Berikut ini beberapa kelemahan yang setidaknya harus dierhatikan pada saat anda memutuskan untuk beralih ke Linux.

1. Waktu belajar
Bagi pengguna usia muda, system ini cukup menarik untuk dipelajari terutama yang masih duduk di bangku pendidikan, namun hal ini tampakanya tidak terjadi pada sebagian pengguna dengan usia diatasnya, yang sudah mapan dengan system operasi sebelumnya. Dipelukan waktu untuk belajar kembali, karena system operasi linux agak berbeda dengan system operasi Microsoft Windows. Semangat belajar pada sebagian pengguna itulah yang sering kali menjadi kendala untuk mempelajari system operasi baru, termasuk linux.

2. Kurangnya dukungan Aplikasi Client
Belum tersedianya banyak program aplikasi yang setara dengan program aplikasi yang terdapat di Microsoft Windows. Kalaupun ada, biasanya belum sehebat seperti yang berjalan di Microsoft Windows. Meskipun dimasa mendatang kemungkinan tersedianya aplikasi tersebut selalu ada ( seiring dengan kepopuleran Linux di masyarakat), keadaan ini bias menjadi kelemahan Linux. Misalkan, sebuah perusahaan akan memutuskan untuk beralih ke Linux, tetapi aplikasi yang dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari belum ada penggantinya di Linux, maka akan mempersulit jalannya pekerjaan. Aplikasi yang telah didukung berbagai distro Linux secara meluas saat ini sudah mencapai aplikasi administrator kantor(surat menyurat, spreadsheet, presentasi), aplikasi desain grafis, aplikasi permainan, database, dan tentu saja aplikasi jaringan.

3. Terlalu banyak variasi
Banyaknya distibusi Linux yang ada disamping memberikan kebebasan seluas-luasnya dalam memilih, juga dapat mempersilut sesorang untuk memilih distribusi mana yang cocok untuk dirinya atau organisasinya. Selain itu, penempatan lokasi atau direktori untuk instalasi program aplikasi pada tiap-tiap distribusi sering kali berbeda dalam meletakkan file-file library yang dibutuhkan. Berbeda dengan Microsoft Windows yang selalu meletakkan di sebuah direktori \Windows atau \Windows\system. Permasalahan ini tentunya muncul jika anda sering berpindah Distro Linux,

Namun dari beberapa kekurangan tersebut, Linux dapar dikatakan sebgai system operasi masa depan yang akan bertumbuh seiring dengan perkembangan generasi muda yang saat ini banyak menggunakan system operasi Linux. Dukungan aplikasi terhadapnya juga akan makin bertambah sejalan dengan perjalanan waktu tersebut.

Sumber : Sanjaya, ridwan/2005/Mudah Menguasai Linux/Yogtakarta/Andi

Clock

kalender

Accel Editorial Staff